Mahkamah (sebuah pengadilan hati nurani)

Mahkamah (sebuah pengadilan hati nurani)☄ [PDF / Epub] ☃ Mahkamah (sebuah pengadilan hati nurani) By Asrul Sani ✓ – Oaklandjobs.co.uk Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani memberikan penilaian lain dalam memandang kasus Madiun Hukuman mati yang diberikan kepada Kapten Anwar karena menolak terlibat dalam perang yang dianggapnya seba Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani memberikan penilaian lain dalam memandang kasus Madiun Hukuman mati yang diberikan kepada Kapten Anwar karena menolak terlibat dalam perang yang dianggapnya sebagai perang saudara adalah persoalan prinsip Dari sudut Kapten Anwar, kasus Madiun dalam hal ini diletakkan dalam kerangka lebih besar yaitu persatuan dan menolak keharusan sesama bangsa berperang Bukankah lebih baik bersama menghadapi kolonialisme Belanda yang kapan saja siap datang menyerang Begitu pula bagi Mayor Saiful Bahri, tindakan Kapten Anwar adalah desersir karenanya harus dihukum mati demi menjaga keutuhan dan militansi pasukannya Mayor Saiful Bahri sendiri hanya menjalankan tugas dari atasannya Dengan begitu kebenarannya diserahkan atau menjadi persoalan hati nurani Keduanya adalah sahabat, selayaknya saudara kandung dan tak menganggap salah atas peristiwa hukuman mati yang dijatuhkan Peristiwa ini seperti tragedi persahabatan yang kalah oleh kekuatan di luarnya Dan penilaian Kasus Madiun itu sendiri menjadi tidak dipentingkan, mengambang Pengadilan hati nurani tak cukup menyembuhkan karena Saiful Bahri yang kini menjadi hakim bagi dirinya sendiri terhadap peristiwa penjatuhan hukuman mati terhadap sahabatnya itu pun tak sanggup mengadili diri sendiri dan menyerahkan padahakim tertinggi Yang Maha Mengetahui h. Untuk sebuah drama renungan, Mahkamah mencapai kedalaman Asrul telah berhasil mengangkat persoalan paling mendasar, yaitu hati nurani manusia, yang tidak bisa dibohongi, karena ia hakim yang adil bagi manusia Pejuang dan Hati Nuraninya , Harian Jayakarta, Senin, 24 April 1989. woy gua capek lotaugak Mahkamah dan Luka Luka Batin BangsaAJ SusmanaAsrul Sani, Chairil Anwar dan Rivai Apin dengan kumpulan sajak Tiga Menguak Takdir adalah nama nama yang populer dalam pelajaran sastra kita Mereka dikenal sebagai sastrawan angkatan 45 dengan kepiawaian masing masing di samping tentu saja pilihan alur dan tendensi kehidupan politik yang berbeda Chairil Anwar dengan kejalangannya yang mendekati anarkhis mati muda karena sakit, 28 April 1949 di Jakarta sementara Rivai Apin dengan gaya revolusionern Mahkamah dan Luka Luka Batin BangsaAJ SusmanaAsrul Sani, Chairil Anwar dan Rivai Apin dengan kumpulan sajak Tiga Menguak Takdir adalah nama nama yang populer dalam pelajaran sastra kita Mereka dikenal sebagai sastrawan angkatan 45 dengan kepiawaian masing masing di samping tentu saja pilihan alur dan tendensi kehidupan politik yang berbeda Chairil Anwar dengan kejalangannya yang mendekati anarkhis mati muda karena sakit, 28 April 1949 di Jakarta sementara Rivai Apin dengan gaya revolusionernya dan tak bernasib baik di bawah Orde Baru meninggal di Jakarta juga, 22 Mei 1995 Hanya Asrul Sani yang menemukan hidupnya terus berlanjut menyaksikan tumbangnya orde kediktatoran Orde Baru dan sempat menghirup udara reformasi Asrul Sani meninggal di Jakarta 11 Januari 2004 Pun karena sakit.Karenanya penerbitan kembali buku naskah drama Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani di masa kini tahun 2007 bersama pementasannya oleh Sanggar Pelakon, karya Asrul Sani selama tiga hari, 17, 18, 19 Maret 2007 di Taman Ismail Marjuki TIM Jakarta pasca kejatuhan Orde Baru, Jendral Soeharto, tentu mempunyai banyak arti, banyak makna, banyak nuansa dan alegoris yang dapat diungkapkan Jelas di sini, kedekatan dramatik yang hendak dicapai dengan banyaknya pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM yang tanpa hati nurani dilakukan dan tanpa hati nurani pula tampak tak ada kehendak menyelesaikannya menggantungnya dan menjadikan komoditas politik atau dagangan kemanusiaan saja oleh lembaga lembaga yang tak berhati nurani Kita pun menyadari pada masa sekarang bangsa ini pun dipenuhi dengan luka luka batin yang mendalam karena kasus kasus pelanggaran HAM yang melibatkan para jendral yang mengatasnamakan negara mulai terkuak dan menjadi perdebatan publik serta menuntut penyelesaian secara adil dan bermartabat yang dapat memanusiakan para korban ketidakadilan Karenanya penerbitan kembali buku naskah drama Mahkamah bersama pementasannya kali ini sungguh menemukan ladangnya yang subur yakni kegelisahan bangsa dan rakyat bagaimana mesti menyelesaikan tragedi tragedi kemanusiaan yang menyeruak di panggung kehidupan rakyat Indonesia sementara kita pun menyadari pelanggaran HAM seperti tak kunjung berhenti Kasus Munir mengingatkan kita bahwa pelanggaran HAM masih bisa jalan terus dan tanpa kepastian hukum sebagaimana kasus penculikan aktivis demokrasi anggota anggota Partai Rakyat Demokratik dan lain lainnya sebelum turunnya Jendral Soeharto Beban ini pun masih harus ditambah dengan kemiskinan karena tak ada lapangan kerja, buruknya kesehatan masyarakat serta turunnya derajat kesejahteraan yang tak dapat ditanggung yang mengakibatkan tingkat depresi, bunuh diri, pelacuran dan kriminalitas meningkat Hati nurani siapakah yang harus dituntut bertanggung jawab untuk semua ini yang mau tak mau juga merupakan pembunuhan massal Karena alasan ini semua, layaklah bila kita berbesar hati menyambut penerbitan kembali Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani dan pementasannya yang dibintangi Mutiara Sani dan Ray Sahetapy Semoga ini tak hanya dipentaskan di Jakarta tapi juga di kota kota lain di luar Jakarta Menurut Mutiara Sani, naskah drama Mahkamah pernah ditayangkan di TVRI tahun 1984 kemudian dipertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta pada tahun 1988.Penerbitan kembali Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani dan pementasannya paling tidak dapat memberikan cermin bagi wajah buruk penguasa, pemerintah dan kekuasaan yang tak adil dan tak sanggup menjalankan keadilan bagi kemanusiaan Hati nurani yang tercabik tentu tak dapat menghindar dari kejaran rasa bersalah sepanjang hidupnya Pun ada juga contoh dan cerita orang orang mengaku bersalah dan meminta maaf atas tindakan masa lalu yang melanggar HAM baik secara pribadi atau sesuai iman keagamaan yang dianut Namun, yang perlu dicatat di sini ukuran pengadilan hati nurani menjadi sangat subyektif Ukurannya adalah kejujuran Kejujuran hati siapa yang tahu Kecuali dirinya sendiri Berharap pada pengadilan lain yang menyelesaikan dan menuntaskannya tentu juga tak bijak dan adil sebab rakyat hidup di dunia ini kini dan di sini sebagai orang orang yang dikuasai dan diperintah Sistem yang dapat dan sanggup mengadilkanlah yang seharusnya terus dicari dan ditegakkan Pelajaran inilah yang dapat dipetik dari buku Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani dan pementasannya Bagi para pemegang kekuasaan yang masih hidup, ini adalah inspirasi untuk bertindak benar dalam menyelesaikan kasus kasus pelanggaran HAM di Indonesia Tentu kasus kasus pelanggaran HAM yang menuntut hati nurani ini tak akan dipetieskan dan tak akan dilupakan dan dibiarkan waktu menyelesaikan sendiri walau toh semua orang akan mati Karena, tindakan seperti ini tak akan pernah mendewasakan kita sebagai bangsa dan warga negara Kegamangan ini pula yang tercermin dalam buku Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani dan pementasannya bila merujuk pada setting politik dan peristiwa yang dijadikan sumber kegelisahan dan pertengkaran nurani Mayor Saiful Bahri yakni Peristiwa Madiun di samping tuduhan tuduhan cinta segitiga memerebutkan Murni yang untuk sekarang terasa klise, kuno menganggap perempuan tak punya jalan pikiran sendiri pasif menjadi barang rebutan h 49 50 Dalam hal ini Asrul Sani melalui Mahkamah sebuah pengadilan hati nurani memberikan penilaian lain dalam memandang kasus Madiun Hukuman mati yang diberikan kepada Kapten Anwar karena menolak terlibat dalam perang yang dianggapnya sebagai perang saudara adalah persoalan prinsip Dari sudut Kapten Anwar, kasus Madiun dalam hal ini diletakkan dalam kerangka lebih besar yaitu persatuan dan menolak keharusan sesama bangsa berperang Bukankah lebih baik bersama menghadapi kolonialisme Belanda yang kapan saja siap datang menyerang Begitu pula bagi Mayor Saiful Bahri, tindakan Kapten Anwar adalah desersir karenanya harus dihukum mati demi menjaga keutuhan dan militansi pasukannya Mayor Saiful Bahri sendiri hanya menjalankan tugas dari atasannya Dengan begitu kebenarannya diserahkan atau menjadi persoalan hati nurani Keduanya adalah sahabat, selayaknya saudara kandung dan tak menganggap salah atas peristiwa hukuman mati yang dijatuhkan Peristiwa ini seperti tragedi persahabatan yang kalah oleh kekuatan di luarnya Dan penilaian Kasus Madiun itu sendiri menjadi tidak dipentingkan, mengambang Pengadilan hati nurani tak cukup menyembuhkan karena Saiful Bahri yang kini menjadi hakim bagi dirinya sendiri terhadap peristiwa penjatuhan hukuman mati terhadap sahabatnya itu pun tak sanggup mengadili diri sendiri dan menyerahkan pada..hakim tertinggi Yang Maha Mengetahui h.96 Barangkali kegamangan terhadap peristiwa peristiwa kunci yang menyangkut perjalanan sejarah bangsa ini akan terus melanda dan terus menjadi batu sandungan kehidupan bernegara dan berbangsa kita Kita tak dapat berharap dari situasi seperti ini untuk bergerak menjadi bangsa modern, adil dan makmur Menyelesaikan semua kasus kemanusiaan secara demokratik yang tak melukai hati nurani kemanusiaan adalah tugas mendesak bangsa ini juga Kebesaran sebagai bangsa yang pernah ada tampak hanya sebagai kenangan saja sementara kita terus terpuruk menjadi kuli bagi bangsa lain dan tak sanggup menyembuhkan luka luka batin rakyat Pada Tugu Tani di Jakarta dipahatkan kata kata Bung Karno hanja bangsa jang menghargai pahlawan2nja dapat mendjadi bangsa jang besar Dan pahlawan pahlawan bangsa ini yang bergerak memerdekakan negeri ini dari kolonialisme Belanda tentu tak hanya dari satu sumber dan aliran Pengadilan hati nurani tentu berlaku juga di sini dan kini