Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa

Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa[BOOKS] ✭ Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa ✯ Wendoko – Oaklandjobs.co.uk Jembatan kayu,Sungai mengalir tenangSenja sehabis hujanLangit kusam berwarna abuLalu kabutDi tepi sungai tinggal ilalangDi balik ilalang, kota yang lengangSelembar daun melayangAutumn, th Portrait ba Jembatan kayu,Sungai mengalir Potret dan PDF ↠ tenangSenja sehabis hujanLangit kusam berwarna abuLalu kabutDi tepi sungai tinggal ilalangDi balik ilalang, kota yang lengangSelembar daun melayangAutumn,th Portrait bagi saya, Sajak sajak Menjelang Tidur dan Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa ibarat mata kiri dan mata kanan, atau telinga kiri dan telinga kanan, lengan kiri dan lengan kanan, atau segala sesuatu yang menjadi lebih baik karena ada sisi kiri dan sisi Partitur, Sketsa, MOBI :¼ kanan Ini hanya satu fase dalam masa kepenyairan saya Wendoko. kau menatapku dengan mata redup itu dua mata berwarna cokelat, dan pelupuk yang tak terbuka penuh berth, bukankah kau selalu menatapku dengan pandangan ini lalu bagaimana akan kuberi jiwa pada wajahnu,di tengah warna cokelat, krem krem yang keruh lalu lekuk mulut dan sedikit bintik abu pada garis dagu m s 28 dear wendoko, kau menulis puisi puisi yang begitu angkuh. PartiturTarian Kematian Camille Saint Saens.Suara gemuruh dari bawah lembahSenar senar bergetar Tanah perlahan terbukaDi langit tinggal bulan setengah.Biola tiba tiba berhenti.Ambang dini hari.Tarian tiba tiba berhenti.Bayang terakhir kembali ke Bumi.SketsaPicasso Portrait of ModiglianiAda seorang lelaki dilukisan ini terbenam topi, melipat tangan dan berdiri pongah didepan cahaya Yang seolah olah pecahan kaca.Ada seorang lelaki, memeluk alis dengan kerut mata, lalu mulut kaku di tengah PartiturTarian Kematian Camille Saint Saens.Suara gemuruh dari bawah lembahSenar senar bergetar Tanah perlahan terbukaDi langit tinggal bulan setengah.Biola tiba tiba berhenti.Ambang dini hari.Tarian tiba tiba berhenti.Bayang terakhir kembali ke Bumi.SketsaPicasso Portrait of ModiglianiAda seorang lelaki dilukisan ini terbenam topi, melipat tangan dan berdiri pongah didepan cahaya Yang seolah olah pecahan kaca.Ada seorang lelaki, memeluk alis dengan kerut mata, lalu mulut kaku di tengah goresan warna kuning, hijau muda, sedikit cokelat, lalu biru pekat Yang seluruhnya memucat.Tetapi di depanku model itu termangu terduduk diam, sambil melipat kaki dan memeluk leher gitar Sobat, tahukah kau, nama yang kusebut sebutSebelum aku mati, adalah namamu. Potret Autumn,1986 6th portrait Kota adalah belantaran kubus dengan petak kaca, pelat alumDan panel beton berwarna abuDi tepi kanal, air mengeruh seolah melipat dan berkerutLalu kabutLangit biru pucat dan kelabu,Dengan serpihan awan putih abu abuSenja musim gugurProsa I Fidanzati Ermanno Olmi..Mungkin kepergianmu baik untuk kita Jarak itu membuat kita memahami banyak hal Kita adalah kekasih untuk waktu yang lama, selama bertahun tahun, tetapi kita tidak benar benar mengucapkannya Selama itu kita menjaga hati dan pikiran untuk diri sendiri, dan bahagia dengan kebersamaan kita Mungkin selama itu kebersamaan kita telah menjelma kebiasaan semata Selama itu kita tak menyadari, kalau sepenuhnya kita masih sendiri Tetapi sekarang kita lebih dekat Aku baru menyadari ketika menengok kebelakang, mengingat tahun tahun yang kita lewati Aku merasa kita sedang memulai dari awal lagi.