Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu

Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu[Read] ➳ Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu By Nilam Suri – Oaklandjobs.co.uk Aku membutuhkanmuKau terasa tepat untukku Pelukanmu serasi dengan hangat tubuhku Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma Aku membutuhkanmuKau terasa tepat untukku Pelukanmu Cinta Tak ePUB ☆ serasi dengan hangat tubuhku Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu Dengan debaran yang terdengar seperti ketukan bermelodi saat kau menatapku penuh perhatian seperti ituAku membutuhkanmuYa cinta, ya waktumu Dan kau sudah melihat jujur dan Camar Biru: PDF or juga munafikku Bahkan, di saat aku begitu yakin kau akan meninggalkanku, kau hanya menertawakan kecurigaanku dan merangkul bahuku Sungguh heran, setelah sekian tahun pun, kau masih bertahan di sini, bersamakuAku membutuhkanmu dan bisa jadi aku mencintaimu Tapi, aku belum akan mengakui ini padamu Aku belum siap meruntuhkan bentengku dan membiarkanmu memiliki hatiku. Ini cerita tentang sebuah bujursangkar, yang dulu pernah begitu solid namun kini terpecah karena sebuah tragedi.Ini cerita tentang Nina, salah satu sisi bujur sangkar yang tersisa Sang putri gulali dengan warna pastel yang berubah jadi manusia kelabu berhati biru Nina yang hidup dalam kurungan kenangan masa lalu Nina yang sekadar bertahan untuk hidup namun juga ingin menghilang.Ini juga cerita tentang Adith, sisi lain yang tersisa dari bujur sangkar Adith memang bukan pangeran tampan berku Ini cerita tentang sebuah bujursangkar, yang dulu pernah begitu solid namun kini terpecah karena sebuah tragedi.Ini cerita tentang Nina, salah satu sisi bujur sangkar yang tersisa Sang putri gulali dengan warna pastel yang berubah jadi manusia kelabu berhati biru Nina yang hidup dalam kurungan kenangan masa lalu Nina yang sekadar bertahan untuk hidup namun juga ingin menghilang.Ini juga cerita tentang Adith, sisi lain yang tersisa dari bujur sangkar Adith memang bukan pangeran tampan berkuda putih nya Nina, tapi Adith adalah pangeran yang selalu setia di samping Nina Adith yang tidak membiarkan Nina menghilang.Berawal dari pemenuhan sebuah janji yang terucap sepuluh tahun lalu, kini Adith dan Nina belajar untuk memaafkan masa lalu, berani menapak masa depan dan menerima satu sama lain dalam hati masing masing.Pertama kelar baca buku ini, saya bengong sesaat GIMANA CARANYA BIKIN REVIEW BUKU INI SECARA FAIR TANPA CURCOL Wellanyhoo this is my attempt Mudah mudahan sih fair dan gak jadi curcol Dan mudah mudahan juga gak ada spoiler Tapi kalo pun iya, you ve been told before p.Satu, saya suka sama penggalan lagu lagu yang ada di tiap bab, fits my taste Terutama buat lagu Paint It Black nya The Rolling Stones yang pernah jadi soundtrack hidup saya dan Blackbird nya Beatles yang masih menjadi soundtrack saya.Dua, saya kurang nyaman dengan gaya bahasa loe gue yang dipake di buku ini Saya ngerti kalo percakapan antar tokoh pake gue loe, ato ketika yang bernarasi adalah tokoh pria, tapi saat semua tokoh menggunakan gue loe, maka yepsaya terganggu Tapi saya salut Walopun pake bahasa gue loe, percakapan antar tokoh di buku ini berbobot Bahasa ringan yang digunakannya membuat pesan yang ingin disampaikan jadi kena Saya juga suka analogi analogi yang digunakan oleh Nilam contohnya percakapan mengenai Dufan berikut iniLo tahu nggak kenapa gue bilang tempat ini sebagai tempat kebahagiaan semu Karena menurut gue, orang orang yang sedang menaiki wahana ini sebenarnya sedang setengah mati ketakutan Mereka sebenarnya sedang setengah mati ketakutan dan berusaha menutupinya dengan tawaTiga, masih soal gaya bahasa Sama kayak mas Tomo, saya nggak ngerti kenapa Sinar membahasakan diri dengan saya ke Nina Mereka sangat akrab bukan Kenapa nggak pake gue lo aja Ato paling nggak aku kamu lah Saya itu kesannya resmi banget untuk seorang istimewa yang dikenal selama 20 tahun lebih.Empat, saya nggak nyaman dengan multi POV yang dipake buku ini.Don t get me wrong Saya suka kok baca cerita yang pake POV 1 ato POV berapa pun itu Saya juga suka kalo cerita pake multiple POV 1 yang membuat setiap tokoh utama ber narasi seperti yang terjadi di Perfect Chemistry nya Simone Elkeles ato Antologi Rasa nya Ika Natassa Fine with that.Tapi ketika sebuah buku mengambil multiple POV 1 lalu beralih ke POV 3 dan balik lagi ke POV 1, then I have a problem with that Penulisnya berasa Tuhan yang bebas mengatur nasib para tokohnya.Lima, sama seperti sebagian besar reviewer, saya juga gak suka dengan bagian epilog itu Cerita ini akan lebih nendang kalo ditutup di bab sebelum epilog I prefer a story that tied with a red ribbon but not too tight please.Enam, saya suka dengan analogi asap rokok di buku iniGue selalu percaya permintaan itu akan dikabulkan kalau dia bisa terbang semakin tinggi, nggak tahu kenapa Mungkin kalau dia semakin tinggi, dia akan semakin mudah didengar Karena nggak mungkin gue harus terus terusan naik pesawat setiap kali punya permintaan, jadi jalan lainnya adalah dengan asapSeseorang juga pernah mengajarkan hal serupa pada saya Namun bukannya menggunakan rokok, beliau menggantinya dengan balon gas Saya sempat lupa dengan ajaran tersebut dan membaca bagian asap rokok membuka kenangan saya akan beliau Thank you, Nilam, for bringing back that sweet memory.Tujuh, uhmjujursaya kurang suka dengan covernya Cantik sih, tapi gak secantik cover Gagas lain Emang cover designer nya bukan favorit saya ternyata Tapi itu gak penting.Yang penting adalah kok gambar yang ada di cover itu bangau kertas biru sih Kan judulnya camar biru SebenernyaIniJugaGakPentingApa karena Gagas gak punya stok gambar camar kertas biru Ah enggak kookk Halaman dalam buku ini dipenuhi gambar camar kertasDelapan, bosen rasanya harus bilang ini lagi dan lagi sigh , tapi saya gak suka banget deh dengan blurb di buku ini Tipikal Gagas banget sih yang suka kasi blurb sok puitis berisi curahan hati salah seorang tokohnya tapi gak bakal dipahami maksudnya sama orang yang belum baca novel ini Dan kenapa bahasa gw ribet giniii Jujur aja, kalo saya lagi di toko buku, ngeliat cover buku ini dan baca blurb di back cover, saya gak bakal tertarik beli buku ini Blurb nya gak menjual In fact, yang bikin saya ngeh sama buku ini adalah nama penulisnya dan review Mas Tomo.Sembilan, hmmtwist di buku ini sebenarnya udah ketebak bahkan sejak awal Dari sejak bab 5 ketika Nina bernarasi seperti iniDengan tetap menyisihkan malam penuh kabut lainnya, kabut mengerikan, yang juga dari sepuluh tahun lalu Alasan sebenarnya kenapa gue membiarkan Adith membuat sumpah konyol itu, dan alasan kenapa gue menyetujuinya sekarangLain kali coba clue nya jangan ditaro sejak awal buku, mbak Nilam Jadinya ketebak Akan lebih bikin penasaran kalo cuma tokoh Adith aja yang berprasangka dan menebak nebak sendirian Biar pembaca saya sih tepatnya ikut menebak bersama Adith.Sepuluh, saya suka dengan chemistry antar tokohnya, terutama chemistry Adith Nina Kerasa banget transisi perasaan mereka dari sahabat lama yang kemudian belajar membuka hati Saya suka gimana Nilam perlahan membangun chemistry mereka hingga keduanya sadar bahwa mereka butuh yang lebih dari hubungan mereka selama ini.Sebelas, saya berharap buku ini bisa lebih tebal sehingga Nilam bisa mengeksplorasi karakter Nina lebih dalam SeeNina has some wrecked past yang mengubah karakter keseluruhannya Saya berharap Nilam bisa menggambarkan perasaan dan trauma Nina lebih dalam lagi, tentang bagaimana dia mengatasinya atau bagaimana perjuangan dia untuk menerimanya Tapi saya juga paham kok perjuangan psikologis Nina bukanlah topik utama kisah ini Dan saya juga paham kalo 279 halaman tidaklah cukup untuk mengeksplorasi hal tersebut, belum lagi ditambah cerita tentang Adith Nina di masa sekarang.Dua belas, saya suka analogi persahabatan bujur sangkarnya I know it so well.Saya pernah punya sebuah persahabatan seperti itu dalam hidup saya Sebuah dekagon yang begitu solid dan bertahan 20 tahun lebih.Tapi 2x campur tangan Thanatos dan sebuah persilangan hati meretakkan dekagon kami.Beberapa memilih seperti Sinar, yang pergi menjauh namun tak bisa benar benar lepas dari jaringan sisi dekagon yang tersisa.Beberapa seperti Nina yang berusaha keras mempertahankan apa pun yang tersisa dari sebuah ikatan yang sudah retak, mengubahnya jadi oktagon bila perlu.Saya Saya seperti Adith yang hanya diam dan menikmati sisi mana pun yang tersisa dari dekagon kami Sama seperti Adith, saya tak berusaha menjauh, namun juga tak berusaha merekatkan apapun.Dan karena itu, I feel Adith Saya ngerti concern nya ke Nina, juga rasa pahitnya pada Sinar yang memilih pergi.Tiga belas, saya suka kalimat ini dari halaman 269Kadang, saat kita nggak mampu melepaskan orang yang terlalu kita cintai, berarti kitalah yang harus pergi Mungkin membalikkan badan dan berlalu lebih mudah dibanding berdiri diam menatap punggung seseorang atau dalam kasus gue, menatap batu nisan yang berjalan menjauhI did that once.Sayang saya gak seberuntung tokoh tokoh dalam buku ini Karena saat kembali, saya masih terjebak dalam same old brand new problem Should I go again woooiii.kok jadi curhat wooiiii XD Empat belas, saya mempertanyakan maksud kalimat yang ada di halaman 4Si Kunyuk itu pecandu kopi akut dan cuma mau kopi Sumatra nya Starbucks .Apa maksud akut pada kalimat di atas Apakah Si Kunyuk baru baru ini saja suka kopi Ah nggaaakk kookk Dari ceritanya jelas ditunjukkan Si Kunyuk sudah lama suka kopi.Mungkin maksud Nilam adalah kronis Ato mungkin maksud Nilam, Si Kunyuk adalah pecandu kopi kelas berat Apa sih makna akut yang dimaksud Dan kenapa saya segitu bawelnya sama satu kata doang Simpel sih, karena saya liat banyak banget penggunaan yang salah pada kata akut Entah kenapa banyak yang berpikir akut artinya sudah parah Sehingga saat saya bilang ke client saya kalo penyakit mereka adalah tipe penyakit yang akut, yang ada mereka jadi pucat dan panik.Padahal akut kan merujuk pada suatu hal yang baru terjadi Belum tentu jelek.Dan sebelum saya salah kaprah sama maksud Nilam, mending saya tanya dulu kan Lima belas, kenapa saya kasi bintang 4 untuk novel ini Balik ke definisi goodreads dan definisi saya aja Karena saya suka banget sama buku ini dan bakal saya baca ulang someday Terutama kalo saya lagi mood untuk buku ringan yang beraura beautifully sad dan sadly beautiful kayak buku ini.Fyuhfinally nemu juga buku terbitan Gagas yang bisa saya sukai dan tidak membuat saya merasa tertipu oleh covernya.Enam belas, ini sih buat Sulis doang Liiisss, ada buku Gagas bagus yang layak masuk koleksi niihh X Udah ah So far sih cuma 16 point ini yang keingatcuma loe kateee, wiiiKapan kapan kalo masih ada yang perlu ditambah, ditambahain aaahh.Reserved to be edited sometimes later yaaaa berasaKaskus Gimana caranya nulis review ini tanpa jadi curcol Hmmmbiarkan mengendap dulu deh Saya harus memberitahukan bahwa review ini sangat banyak menampilkan spoiler bagi anda yang sangat benci mengetahui sesuatu sebelum saatnya So beware Jika anda termasuk kategori tersebut, segera tinggalkan review ini dan segera pergi ke toko buku terdekat untuk membeli buku ini titipan promosi dari Nilam .Pertama harus saya sampaikan, saya kenal dengan penulis buku ini, Nilam, tidak sebegitu dekatnya sehingga nama saya bisa masuk ke ucapan terima kasih di buku ini, namun juga tidak se Saya harus memberitahukan bahwa review ini sangat banyak menampilkan spoiler bagi anda yang sangat benci mengetahui sesuatu sebelum saatnya So beware Jika anda termasuk kategori tersebut, segera tinggalkan review ini dan segera pergi ke toko buku terdekat untuk membeli buku ini titipan promosi dari Nilam .Pertama harus saya sampaikan, saya kenal dengan penulis buku ini, Nilam, tidak sebegitu dekatnya sehingga nama saya bisa masuk ke ucapan terima kasih di buku ini, namun juga tidak sebegitu tidak kenalnya sehingga dia bisa bilang Tomo Tomo yang mana ya.Kedua, saya sudah memutuskan semua buku yang dikarang ditulis oleh teman teman saya TIDAK akan mendapatkan review 1 bintang dari saya Mereka pasti akan mendapatkannya dari orang lain, jadi mengapa saya , sebagai teman mereka mesti menambahkan hal tersebut Jadi sebelum baca, saya sudah memutuskan paling tidak buku ini akan mendapat 2 bintang.Ketiga, ternyata saya sangat suka tokoh tokoh di buku ini saya juga sangat suka upaya Nilam membuat pembaca tidak bosan dengan menempatkan 2 POV secara bergantian dan terkadang menyelipkan kejadian masa lalu, misal kecelakaan lalu lintas yang dialami sang tokoh wanita, Nina, bersama kakaknya, kejadian masa kecil Nina bersama Adith di rumah pohon, dsb dan bahkan ada satu bab yang diperuntukkan e mail Sinar kepada sobatnya Naren alm yang secara cerdik mengisi kekosongan pendapat pribadi Sinar, yang selama ini hanya kita ketahui dari penuturan sang adik Adith dan gadis yg memujanya Nina Menurut saya aliran cerita cukup lancar, dan penuturan setiap POV konsisten dengan sifat mereka yg berusaha ditampilkan Keempat, Gangguan yang sangat mengganggu saya yang sudah jadi trademark saya adalah saya benci jika buku berbahasa Indonesia dengan tokoh orang Indonesia mulai berbicara bahasa Inggris Saya sudah mengomentarinya di review saya tentang Cintapuccino di butir No 2 Namun paling tidak di buku ini saya melihat Nilam berusaha tetap konsisten dengan menjadikan Sinar dan Danish sebagai yg paling sering nyerocos dalam bhs Inggris, lebih karena kebiasaan krn tinggal di LN dan urusan pekerjaan, dan mungkin sedikit sifat snob mereka Sedang yang lain hanya terkadang nyerocos dlm bhs Inggris, hanya utk sekadar menunjukkan saya bisa bhs Inggris juga lho.Kelima, saya sangat tidak suka cara Nilam mendzholimi POV pria, Adith Bayangkan, sudah penampilannya biasa, kecerdasan juga biasa, 22 tahun harus menanti gadis pujaannya untuk akhirnya memilih dia setelah 20 tahun dijadikan keset , punya kakak yang sangat ganteng, keren, cerdas Man dan yang lebih parah dari 5 tokoh utama, sepertinya hanya dia yang ditakdirkan menjadi orang biasa Kejaaam Keenam, saya tidak bisa memahami mengapa Sinar selalu membahasakan diri dengan saya kepada Nina Padahal di situ mereka digambarkan sangat akrab Saya, sebagai contoh adalah pemakai bhs Indonesia sbg mother s tongue, karena Ibu saya melarang saya ngomong gue loe dalam kehidupan sehari hari shg saya menyebut aku kepada para teman sahabat, saya kepada orang yg dihormati atau belum dikenal atau untuk keperluan seperti ini menulis , dan Tomo kepada keluarga saya jadi mengapa Sinar tdk menggunakan Aku atau Sinar ke Nina, itu masih jadi misteri buat saya.Ketujuh, dari seluruh bab di buku ini saya paling tidak suka dengan bab 2 kalau saya tidak salah yang berusaha menceritakan kejadian yang menyebabkan mengapa mereka sampai harus bikin perjanjian seperti itu perjanjian seperti yang ada di film My Best Friend s Wedding, namun tentu saja yang terjadi kebalikannya Adegan itu begitu kartun, komikal dan apa ya, sehingga menurut saya sangat tidak tepat diceritakan melalui POV orang pertama Tapi mungkin ini memang ide Nilam tentang adegan kartun dalam sebuah cerita romance Kemudian saya ketika sampai halaman halaman terakhir sepertinya jadi merasa agak lelah, eh tapi ini mungkin karena faktor U dan kebiasaan saya membaca komik yang tidak banyak halamannya hehehe oke lupakan.Kedelapan, saya suka cara Nilam menempatkan setiap bab dengan diawali teks lirik lagu penyanyi penyanyi tertentu, yang berusaha menggambarkan kejadian yg akan terjadi bab itu Penggambaran paling tepat tentu saat tertulis lagu Wouldn t It Be Nice dari Beach Boys, yang menurut saya menggambarkan harapan yang mungkin menjadi kenyataan Walaupun tentu saja ada beberapa ada bab yg saya bingung mengapa harus dicantumkan teks lagu itu.Tentu saja di sini, Nilam berusaha pamer selera musiknya Semua penyanyi yg ditampilkan adalah penyanyi yg ngetop namun tidak pasaran Belle Sebastian, anyone Tidak ada penyanyi Indonesia, kecuali Efek Rumah Kaca yg juga tdk komersil Padahal beberapa bab menurut saya lebih cocok jika diawali dengan teks lirik lagu lain, misal lirik lagu Oops I Did It Again dari Britney Spears sangat cocok ditempatkan di bab hadeh, ini kritik saya berikutnya, saya tidak menemukan nomor bab di buku ini Oke nanti saya cek bukunya langsung, sekarang lagi tidak dibawa Kesembilan, saya sangat suka penempatan lagu To Make You Feel My Love dari Bob Dylan pada saat adegan kecelakaan yang menewaskan Naren Mantap sekali Apalagi pada saat kecelakaan baru saja terjadi dan diceritakan lagu tersebut mengalun lamat lamat Tentu saja saya lebih suka versi remake dari penyanyi favorit saya, Billy Joel, yang menurut saya suaranya lebih jantan dari Bob Dylan, yg menurut saya menyanyi seperti jika maaf biji nya kejepit sesuatu Tapi it s okay, itu masalah selera.Tapi sayangnya adalah pada adegan itu Naren akhirnya tewas, sayang sekali Karena saya belum sempat menanyakan kepada Naren, merek dan tempat dia membeli cd player mobilnya yg sudah terbukti kuat menghadapi guncangan saat mobil berguling guling saat kecelakaan Sayang sekali Kesepuluh, sebagai seorang optimist sejati saya tidak begitu suka adanya epilog 2 tahun kemudian di buku ini Harusnya buku ini diakhiri cukup di bab perpisahan di bandara kita sudah tahu kok pasti Nina akan kembali untuk Adith Sepertinya ini atas permintaan dari penerbitnya, eh atau bisa juga bentuk perhatian Nilam terhadap pesimist reader nya, eh atau ini pesanan dari suami Nilam yang tentu saja namanya diawali huruf A jadi jelas kan mengapa Nina memilih Adith dan bukan SinarBisa saja ada sih Tapi menurut saya ceritanya lebih kuat tanpa epilog tambahan.Kesebelas, di akhir pembacaan buku ini saya bingung apakah saya akan memberikan bintang 4 atau bintang 3 Tapi akhirnya saya memutuskan, bintang 4 saja, lebih karena saya suka banget dengan tokoh2 ciptaan Nilam Lelucon mereka sangat sesuai dengan selera saya Saat Adith bilang ke Danish yg sedang menangis make upmu pasti mahal sekali karena tidak luntur atau e mail Sinar ke alm Naren kali ini gue bersyukur loe sudah mati, Ren, dsb Jadi saya putuskan 4 saja deh Saya pikir I really like it , jadi 4 lah bintangnya.Keduabelas, adegan kecelakaan yg membuat Nina trauma dijadikan salah satu bab Mengapa adegan perkosaannya tidak, Nilam hehehe Mengapa Mengapa titipan permintaan Aki Aki penggemar EA Review ini ditulis dengan tanpa memegang buku termaksud sehingga tidak bisa dilakukan konfirmasi Maka jika saya menemukan kesalahan di kemudian hari, saya akan merevisinya lagi sesuai keadaan sebenarnya di buku tersebut.NB Tips untuk membedakan apakah anda optimist sejati atau pessimist sejati.Tonton film Lost In Translation, terutama adegan akhirnya saat Bill Murray membisikkan sesuatu tidak terdengar oleh kita, para penonton kepada Scarlett Johansson.Jika anda menyatakan bahwa Bill Murray memberitahukan alamat atau nomor telepon atau petunjuk untuk bertemu kembali dengannya, maka anda adalah OPTIMIST SEJATI.Jika anda menyatakan bahwa Bill Murray mengucapkan kata perpisahan dan hiburan, maka anda adalah PESSIMIST SEJATI This review has been hidden because it contains spoilers To view it, click here Dari gaya bercerita, sebenarnya ini bukan tipikal novel favorit saya But, surprisingly, I like it Really like it Pengen curhat dulu, hehe Akhir akhir ini, saya sepertinya salah membeli novel Seperti biasa, saya selalu baca beberapa review di Goodreads baru beli novelnya Tapi saya sadar, segede apa pun ratingnya, kalau bukan selera, ya nggak bisa memaksakan diri untuk suka Dan itulah yang terjadi pada saya Beberapa novel yang saya baca akhir akhir ini bukannya jelek, tapi biasa aja Say Dari gaya bercerita, sebenarnya ini bukan tipikal novel favorit saya But, surprisingly, I like it Really like it Pengen curhat dulu, hehe Akhir akhir ini, saya sepertinya salah membeli novel Seperti biasa, saya selalu baca beberapa review di Goodreads baru beli novelnya Tapi saya sadar, segede apa pun ratingnya, kalau bukan selera, ya nggak bisa memaksakan diri untuk suka Dan itulah yang terjadi pada saya Beberapa novel yang saya baca akhir akhir ini bukannya jelek, tapi biasa aja Saya tipikal pembaca yang suka konflik yang bikin deg degan atau heartbreaking lah walaupun saya jarang sekali terbawa ketika membaca Intinya, novel novel yang saya baca akhir akhir ini lumayan aja Konfliknya ada, tapi melempem Saya nggak bisa nemu klimaknya Dan sudah begitu saja Jadi ketika saya beli novel ini, saya berharap novel ini bisa bikin saya nggak salah beli buku lagi Saya kangen kasih rating 4 Saya kangen kasih rating 5Dan, saya nggak salah beli novel Saya suka novel ini Saya suka ide ceritanya Saya suka janji dua sahabat itu dan saya selalu suka kisah persahabatan Saya suka sekali ketika mereka melakukan flashback ketika mereka masih kecil kenangan manisnya terasa sekali Dan meskipun gaya menulisnya menggunakan bahasa sehari hari, saya masih merasakan unsur manis, galau, ceria Dan, konfliknya dapet, nggak melempem Klimaksnya juga sampai menyentuh puncak Meskipun saya nggak sampai terbawa saya heran kok saya susah sekali terbawa ketika baca novel , tapi saya sangat bisa memahami perasaan Adith dan Nina Sangat bisa Kejadian kejadian terjadi dengan alasan yang jelas, nggak ditaruh begitu saja, sehingga saya jadi percaya mengapa reaksi tokoh bisa seperti ini itu Semuanya jelas dan wajar dan penyelesaiannya oke banget.Dan, endingnya meskipun saya sudah tahu mereka akan bersatu, tapi saya pengen di ending mereka mengungkit lagi tentang kenangan mereka, tentang Naren, tentang janji mereka, dan camar biruMengapa saya menyimpan satu bintang lagi, itu karena saya belum menemukan tokoh favorit saya di novel ini Dan ketika saya menutup buku ini, lalu melanjutkannya beberapa jam kemudian, saya suka lupa ini Nina atau Adith ya yang ngomong Mungkin hanya saya aja yang merasa suara mereka sama pIntinya, saya sangat menanti novel Mbak Nilam ini dan menanti novel berikutnya Semoga Mbak Nilam menulis kisah remaja dan sesuatu yang berhubungan dengan persahabatan Semoga D Seperti yang semua orang tahu, saya adalah penggila romance Terutama contemporary romance yang light, gaya tulisannya kayak bahasa sehari hari, nggak mellow sendu sedih galau dengan penulisan yang terlalu puitis dan nggak berusaha supaya quotable banget Sayangnya, contemporary romance Indonesia yang bagus dan memenuhi kriteria saya, jarang ditemukan atau saya kurang usaha nyarinya Ya pokoknya gitu lah Ketika saya tahu bahwa Nilam menerbitkan Camar Biru, tanpa ekspektasi apapun saya lang Seperti yang semua orang tahu, saya adalah penggila romance Terutama contemporary romance yang light, gaya tulisannya kayak bahasa sehari hari, nggak mellow sendu sedih galau dengan penulisan yang terlalu puitis dan nggak berusaha supaya quotable banget Sayangnya, contemporary romance Indonesia yang bagus dan memenuhi kriteria saya, jarang ditemukan atau saya kurang usaha nyarinya Ya pokoknya gitu lah Ketika saya tahu bahwa Nilam menerbitkan Camar Biru, tanpa ekspektasi apapun saya langsung beli Dan ternyata saya menemukan satu Indonesian contemporary romance yang saya suka Huehuheu Mulai dari gaya bahasanya, setting, percakapan, dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan riil yang memang dialami kita semua Semuanya relatable dengan kehidupan kita Ceritanya sendiri tentang sepasang cowok dan cewek yang sudah bersahabat dari kecil dan sepuluh tahun yang lalu mereka berdua saling berjanji, kalau sampai sepuluh tahun yang akan datang mereka belum nikah, maka mereka akan menikahi satu sama lain Eh sumpah deh, pas denger premisnya kayak gini, tiba tiba saya tertawa Bukan apa apa, tapi saya jadi teringat saya dan sahabat yang pernah melakukan janji yang sama waktu duluuuu Pas SMA Janji yang nggak terpenuhi karena Ya karena banyak hal Dan ternyata memang nggak sesederhana itu Kedua tokohnya, Adith dan Nina bukan salah saya kalo namanya kebetulan samaaaa Bukan terinspirasi dari saya jugaaaa Harus ada disclaimer disini menyadari bahwa untuk menikah, mereka menghadapi banyak hal yang melibatkan hal hal besar yang nggak mereka bagi satu sama lain selama menjadi sahabat Dan permasalahan mereka berdua terutama Nina lebih berat dari pada yang kelihatan Padahal yang kelihatan aja udah berat.Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga secara bergantian bikin horizon dan perspektifnya lebih luas Ada kekurangan typo dikit disana sini cuma masih oke kok Banyak penggunaan bahasa Inggris namun buat saya nggak masalah Sekali lagi, Good job, Nilam Ditunggu buku berikutnya Judul Camar BiruPengarang Nilam SuriPenerbit GagasMediaHalaman 279 halamanTerbitan November 2012Apa yang terjadi ketika satu sisi dari sebuah persegi lenyap Itulah yang terjadi pada persahabatan Adith, Nina, Sinar, dan Naren Saat sebuah kecelakaan merenggut nyawa salah seorang di antara mereka, keseimbangan persahabatan tiga orang yang tersisa pun goyah.Tahun tahun berlalu dan saat jangka waktu telah terlewati, sepasang camar biru kembali muncul ke permukaan Dua orang yang bersumpah meme Judul Camar BiruPengarang Nilam SuriPenerbit GagasMediaHalaman 279 halamanTerbitan November 2012Apa yang terjadi ketika satu sisi dari sebuah persegi lenyap Itulah yang terjadi pada persahabatan Adith, Nina, Sinar, dan Naren Saat sebuah kecelakaan merenggut nyawa salah seorang di antara mereka, keseimbangan persahabatan tiga orang yang tersisa pun goyah.Tahun tahun berlalu dan saat jangka waktu telah terlewati, sepasang camar biru kembali muncul ke permukaan Dua orang yang bersumpah memenuhi perjanjian mereka Saat langit yang biru tampaknya akan menjadi ujung perjalanan, awan awan kelabu tiba tiba datang menyeruak Rahasia apa yang sebenarnya tersimpan selama ini ReviewMengandung spoiler PercayalahJangan salahkan saya kalau saya tiba tiba pakai bahasa yang berat seperti di atas Salahkan blurb nya GagasMedia yang selalu berusaha membuat pembacanya galau.Ok, saya sih ngaku aja ya Saya jarang baca novelnya Gagas Buku Gagas yang pernah kubaca, yang bisa kuingat, cuma Heaven on Earth sama Think, Tinka dan dua duanya kurang berkesan buat saya Makanya agak ragu juga sih buat beli buku Gagas plus banyak juga yang suka kecewa karena merasa kecele sama sampul blurb nya Gagas , tapi setelah baca soal buku ini di Ren s Little Corner, jadi penasaran juga Buku ini lalu saya pilih sebagai salah satu hadiah giveaway dari Ren s Little Corner Lumayan, gratisan intinya teutep aja belum pernah beli bukunya Gagas.Menurutku buku ini harusnya dibundling bareng sebuah kamus mini Bahasa Inggrisnya itu loh Kayaknya ini novel Indonesia dengan penggunaan bahasa Inggris terbanyak yang pernah saya baca Untung saya baca buku ini sekarang Coba kalau bacanya pas zaman SMA dulu Duh, bisa joget saya.Uhuk, maaf Saya teralihkan.Lepas dari bahasa Inggrisnya yang bertebaran, saya rasa cara pengarang menuturkan ceritanya cukup baik Enak diikuti Hubungan antar karakternya tergambar dengan baik dan saya suka hubungan Nina dan Adith Sangat manis dan tidak membuat diabetes Gula hubungan mereka takarannya pas.Rahasia yang pengarang simpan untuk menjadi kejutan besar di akhir, sayangnya cukup terbaca dengan cepat Khususnya setelah percakapan telepon antara Sinar dengan Nina plus sedikit tambahan latar belakang Nina Sangat disayangkan, karena ini satu hal yang membuat saya penasaran dan menebak nebak di awal cerita.Hal lain yang saya sayangkan dari buku ini adalah epilognya Nilam Suri, what have you done You ve made such a great ending, but then you spoiled it with that epilog Tuh kan, saya jadi ketularan pakai bahasa Inggris deh gara gara buku ini Ya, pada intinya, saya rasa buku ini akan lebih nendang tanpa bagian epilognya.Secara keseluruhan buku ini cukup baik Ceritanya mengalir, bahasa cukup enak walau mungkin ada yang bakal terganggu dengan panggilan monyet , kunyuk , dsb yang dipakai antar karakter , dan endingnya bagus Kalau baca buku ini, saran saya, berhentilah di halaman 275 Gak usah dilanjutin ke epilognya Tiga bintang untuk Nilam Suri dan Camar Biru nya I like this novel.Buku ini untuk tantangan baca 2013 New Authors Reading Challenge 2013 Serapium Reading Challenge 2013 TBR Pile Reading Challenge 2013 Indonesian Romance Reading Challenge 2013 Color Coded Reading Chalenge 2013 Monthly Key Word Reading Challenge Dear penulisKapan kapan kita nongkrong bareng yuk ah, biar suatu saat nanti, kalau mau bikin novel lagi dengan sudut pandang laki laki, feel cowok nya kerasa ngemodusinpenulis Novel ini tipis sebenarnya, bercerita tentang Nina dan Adit, sepasang sahabat yang punya janji yang ditandai dengan sepasang camar biru Singkatnya begitu.Awalnya saya menyukai buku ini, tapi makin ke tengah, porsi Adit ini ngeyel banget Saya kurang tahu, apakah tipikal laki laki Jakarta kayak si Adith ini, atau mema Dear penulisKapan kapan kita nongkrong bareng yuk ah, biar suatu saat nanti, kalau mau bikin novel lagi dengan sudut pandang laki laki, feel cowok nya kerasa ngemodusinpenulis Novel ini tipis sebenarnya, bercerita tentang Nina dan Adit, sepasang sahabat yang punya janji yang ditandai dengan sepasang camar biru Singkatnya begitu.Awalnya saya menyukai buku ini, tapi makin ke tengah, porsi Adit ini ngeyel banget Saya kurang tahu, apakah tipikal laki laki Jakarta kayak si Adith ini, atau memang penulis gagal membuat si Adith ini kelihatan laki Pertama, dia cerewetnya cerewet cewek di narasi Kedua, laki laki mana yang manggil ke cewek, temen cewek, ke cewek yang mau dinikahi dengan sebutan hewan si kunyuk lah, beruk lah, dan ke si Danish disebut setan betina lah, penyihir lah Man, yang bener aja Begitu juga karakter Sinar yang ga ada bedanya, ditunjukan lewat e mail dia ke Naren yang udah meninggal Nar, situ laki, secengeng itukah Di London nggak ada cewek yang bisa lo tiduri apa gariskerasCeritanya tipikal drama, so far nggak masalah Yang ganggu itu ya karakter si Adit doang Sisanya, saya lebih suka diceritakan dari pov Nina, karena toh kalau nggak ada penanda dengan perbedaan font, saya nggak bisa bedain mana Nina mana Adith Voice mereka sama Kebiasaan mereka manggil orang seenaknya sama Cerewet mereka sama Jenis kelamin mereka beda Kalau kovernya, novel ini terbit pas Gagas lagi juara juaranya bikin kover bagus.Segitu aja, ke Mbak Penulis, kalau mau ngajakin nongkrong entar, jangan ke tempat kopi, ya Sekian Cerita dan idenya simpel, tapi saya suka sekali Mood nya mengingatkan saya pada Norwegian Wood dari Haruki Murakami Analogi analoginya pun indah, meskipun menggunakan bahasa sehari hari.Some novels could be simple but contain a lot of feelings, and Camar Biru is one of them. Janji sahabat yang mencintaimu 3,5 star Saya tahu novel ini semenjak Nilam masih mengandung nya Meskipun tidak mengikuti proses persalinannya, setidaknya saya tahu novel ini saat masih menjadi janin Dan, ketika novel ini akhirnya lahir dan diterbitkan oleh Gagas Media, saya bahagia untuk Nilam Well, saya kenal Nilam berkat Goodreads Indonesia Seingat saya, saat itu ia masih ngantor di femina Suatu hari, ia mengirimi saya naskah awal novel ini dan mengizinkan saya untuk membacanya Ta Janji sahabat yang mencintaimu 3,5 star Saya tahu novel ini semenjak Nilam masih mengandung nya Meskipun tidak mengikuti proses persalinannya, setidaknya saya tahu novel ini saat masih menjadi janin Dan, ketika novel ini akhirnya lahir dan diterbitkan oleh Gagas Media, saya bahagia untuk Nilam Well, saya kenal Nilam berkat Goodreads Indonesia Seingat saya, saat itu ia masih ngantor di femina Suatu hari, ia mengirimi saya naskah awal novel ini dan mengizinkan saya untuk membacanya Tapi justru teman satu kos saya yang lebih excited membacanya duluan Maklum, saya pembaca lambat, jadi begitu terpampang di layar laptop, si teman itu justru yang tekun membaca Saya butuh beberapa hari untuk menuntaskan bacanya First impression, I liked it a lot, dengan beberapa pertanyaan saya layangkan pada Nilam.Saya membaca ulang Camar Biru begitu resmi diterbitkan oleh Gagas Media My bad Saya detailnya agak lupa Apakah ada yang dihilangkan atau ditambahkan ke dalam novel resminya ini Beruntunglah saya, dengan demikian saya bisa merasai novel ini seperti baru kali pertama baca.Satu komentar saya ketika membaca draft ya dulu pada Nilam Non, ini apa nggak yang klise gitu, pake janji janjian bocah ingusan yang kalo gede mau nikah Saya lupa jawaban Nilam apa waktu itu Tapi, saya kemudian dicerahkan dengan kata kata salah seorang teman, Jul, apa yang ada di bawah matahari, hampir semuanya sudah diceritakan sama manusia Serius kamu mau cari sesuatu yang belum pernah dikisahkan Menurutku, tinggal bagaimana mahirnya si pencerita buat mendongeng aja sebenarnya yang perlu kita lihat Well, saya setuju sih dengan kalimat si teman Meski, saya agak kurang sreg dengan pilihan cara memulai kisah ini, Camar Biru berhasil menyedot atensi saya untuk terus mengikuti kisahnya hingga akhir.Bagi saya, ketika plot nya hampir hampir bisa ditebak akan mengarah ke mana, adalah kekuatan diksi dan karakterisasinya yang akan menentukan penilaian saya terhadap novel itu Lagi lagi saya agak kurang oke dengan pilihan Nilam untuk elo gue di hampir seluruh bagian, baik narasi maupun dialog Memang benar, itu dapat mengikis jarak kita dengan karya tulisan sehingga kita seolah olah adalah tokoh yang berperan di dalam novel itu, tapi bagi saya pribadi sangat subjektif pembedaan narasi dan dialog masih diperlukan untuk menarik ulur emosi Jika penggambaran karakternya dibuat sama ketika narasi dan dialog, saya cenderung mudah jatuh bosan Elo gue nya bikin saya sedikit kurang nyaman, tapi karakter para tokohnya begitu terasa di sini Nina yang cuek dan superberantakan Adith yang meskipun slengekan tapi bertanggung jawab Danish yang dominan dan cablak Ryu yang metroseksual nan necis Sinar yang dewasa, serta memori Naren yang picture perfect banget sebagai seorang kakak laki laki Dan, beberapa aktor aktris figuran yang tidak hanya berseliweran saja, tapi juga memberikan napas untuk novel ini Karakterisasi inilah yang menurut saya menjadi salah satu kekuatan dari novel ini.Bila menilik lagi ke kisahnya, beberapa bagian novel ini bernuansa kelam dan itulah yang membentuk karakter seorang Nina, pun karakter seorang Adith yang sangat ingin melindungi Nina Jarak yang tercipta antara Nina dan keluarganya memang masih membuat saya bertanya tanya, apa memang begitu Dulu, saya pernah punya pengalaman Ada satu keluarga di kampung saya Punya dua anak lelaki Si sulung ini terkenal pintar, tampan, dan memiliki karisma yang sangat besar Setidaknya, satu kampung tahu dia meski hanya disebut namanya Sedangkan si adik, biasa saja Pada suatu waktu, keduanya bersama dengan beberapa cowok di kampung saya, belajar berenang di waduk karena si sulung ini ingin mendaftar masuk ABRI TNI Nahas, si sulung tewas tenggelam di waduk yang di kampung saya memang terkenal angker meminta tumbal, istilahnya Berhari hari, bahkan berbulan bulan, keluarganya meratapi kepergian si sulung ini, namun selewat waktu, orangtua yang awalnya menyalahkan si adik, lambat laun mengerti dan ikhlas Bahkan, mereka bangga karena si adik kini telah menjadi anggota TNI Sedikit banyak itu mengobati kerinduan mereka akan mimpi si sulung.Nah, di novel ini, atas suatu peristiwa, kedua orangtua Nina khususnya sang ibu masih tak dapat menerima kepergian Naren dan terus saja menyalahkan Nina Yah, saya bukan psikolog yang dapat menyelami rasa manusia, jadi saya tak bisa menyingkirkan pertanyaan, Is it for real Benarkah ada orangtua yang sampai segitunya Hmm, katanya juga, kan nothing is impossible di dunia ini ya, mungkin saja memang ada sih Sayanya saja yang terjebak gambaran ideal, bahwa seharusnya orangtua berlaku adil pada seluruh anak anaknya.Oiya, satu lagi yang saya tanyakan pada Nilam waktu itu Satu chapter yang full isinya email Sinar pada Naren, yang membuka detail detail kecil yang hanya diketahui Sinar Naren karena melibatkan perasaan kedua sahabat karib ini Mengingat novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama yang dikuasai oleh Nina Adith, saya protes dengan chapter email Sinar yang ujug ujug ada menjelang ending ini Lagi lagi saya menuduh, ini adalah keinginan pengarang yang mau mengungkap semuanya Saya pribadi, cukup menikmati beberapa detail yang dibiarkan misterius atau tetap tersembunyi, khususnya ketika sepanjang novel digambarkan dua tokoh yang mendominasi Saya jengkel jika tetiba di tengah tengah ada tokoh cameo mendadak mendapatkan spotlight Hahaha, again, ini sangat subjektif saya kok.Hal lain yang saya kurang suka dari novel ini adalah bagian epilognya Duh, buat apa sih diberikan eiplog itu Saya lebih suka novel ini dibiarkan berakhir sebagaimana chapter terakhirnya tanpa ditutup dengan epilog yang justru membuat saya mendesah kecewa Well, sejatinya saya sepemikiran dengan epilog itu, tapi jika saya boleh memilih, biarkan itu hidup dalam imajinasi saya Jangan dipaksakan untuk menggiring saya pada kesimpulan dalam epilog itu.Oh, dan seperti biasa Typo masih tersebar di beberapa tempat Lagi lagi saya cuman menggeleng geleng saja Buat apa ada proofreader kalau typo nya saja masih sebanyak ini Ckckck.Overall, saya menyukai bagaimana Nina Adith yang terikat unconscious promise ini menjaga hati masing masing hingga mereka benar benar mewujudkan janji itu Apakah janji yang disaksikan sepasang camar biru itu dipenuhi Mengapa harus camar biru Untuk mendapatkan sensasi cinta sepasang sahabat yang tak lekang oleh waktu, silakan baca dan nikmati karya perdana Nilam Suri ini ditunggu karya selanjutnya, Nilam.http metropop lover.blogspot.com 20 Jangan menilai sebuah cerita berdasarkan beberapa lembar prolog Itulah yang terjadi dengan buku ini Di prolog diceritakan tentang Adith, Nina, dan janji yang pernah mereka buat 10 tahun yang lalu Janji bahwa jika 10 tahun dari itu, mereka masih sendiri atau belum bertemu dengan orang yang tepat, maka mereka akan menikah Janji itu ditandai dengan dua buah burung camar biru dari kertas yang masing masing disimpan mereka Dan janji itu hanya berlaku jika kedua burung camar itu masih ada 10 tah Jangan menilai sebuah cerita berdasarkan beberapa lembar prolog Itulah yang terjadi dengan buku ini Di prolog diceritakan tentang Adith, Nina, dan janji yang pernah mereka buat 10 tahun yang lalu Janji bahwa jika 10 tahun dari itu, mereka masih sendiri atau belum bertemu dengan orang yang tepat, maka mereka akan menikah Janji itu ditandai dengan dua buah burung camar biru dari kertas yang masing masing disimpan mereka Dan janji itu hanya berlaku jika kedua burung camar itu masih ada 10 tahun telah berlalu, mereka juga masih sendiri so they have to marriedAku excited banget dengan cerita itu di prolog itu, terlebih ketika mereka memutuskan untuk memenuhi janji mereka dan menikah Aku kira cerita ini akan berkembang seperti novel novel marriage with no love lainnya Seperti bagaimana kehidupan mereka setelah menikah, bagaimana prosesnya ketika akhirnya mereka saling mencintai dan live happily ever after Tapi, novel ini tidak seringan cerita cerita itu Ada banyak hal yang ditutupi, ada kesedihan dan luka yang terpendam So here we goAdih dan Nina bukanlah dua orang asing, mereka tumbuh bersama bahkan telah saling mengenal seumur hidup mereka Adih dan Nina adalah dua sisi yang tersisa dari segiempat sempurna yang pernah ada Adith, Nina, Naren, dan Sirna Mereka selalu bersama sama, hingga sebuah tragedi memisahkan mereka dan menyisakan Adith dan Nina Sebuah tragedi yang merubah hidup mereka, terutama Nina Tidak ada lagi Nina, tuan putri dari negeri gulali yang manis Yang ada sekarang adalah Nina yang hanya mengenal warna kelabu dalam hidupnya Well, setidaknya ada satu yang tidak berubah, Adith Adith selalu ada untuk Nina ketika yang lain meninggalkan Nina Istilah, Tidak ada persahabatan yang abadi antara laki laki dan perempuan , berlaku untuk Adith Seumur hidupnya, Adith selalu mencintai Nina Menjaga dan membahagiakan Nina adalah prioritas hidup Adith Adith selalu ada kapan dan dimanapun Nina membutuhkannya Mereka masih tidak mengakui adanya cinta diantara mereka, walaupun orang orang di sekitar mereka dapat melihat dengan jelas bahwa Adith dan Nina adalah satu Nina mendeskripsikan apa yang ada diantara mereka adalah care for each other Nina merasa itu adalah pondasi yang kuat untuk menikah dengan Adith selamanya Adith tidak bisa menjamin bahwa mereka akan bahagia, tapi yang jelas they re going to have fun.Tidak ada rahasia yang tak terungkapkan Serapi apapun Nina menyimpan sebuah rahasia, dia tetap harus menceritakannya pada Adith Sebuah rahasia yang akhirnya membawa sisi lain segiempat itu kembaliHmmmDi dunia nyata ini, ada nggak ya tokoh seperti Adith, sempurna banget Well, setidaknya sempurna untuk Nina Adith ini tipe cowok yang diimpikan setiap wanita Protektif dan memuja seperti Edward Jacob Benji, mencintai seumur hidup seperti Snape Dan siapalah gue sampai mampu menolak cowok yang tawanya membuat gue teringat pada bahan bahan pembuat Power Puff Girls ini Sugar and Spice, and everything nice Nina Don t worry about a thing Bahkan kalo mimpi buruk lo itu dateng, ada gue yang siap mengusir Adith Sedangkan Nina, dia rapuh walaupun selalu menampilkan bahwa semuanya baik baik saja Yang jelas dia tidak menye menye seperti Bella Swan Nina selalu berpikir dengan logikanya sendiri Penampilan Nina berantakan, seberantakan hidupnya Overall, Nina unik.Well, i m not going to tell you the whole story Let s keep it as a mystery You have to read this book to reveal the truth Tema untuk novel ini memang tipikal banget Dua orang yang tumbuh bersama Lalu saling mencintai.Tapi buku ini worth banget kok untuk dibaca Tau nggak semalem aku tidur jam berapa Jam 3 Ya apalagi kalo nggak membaca buku ini Walaupun badan udah capek banget, mata cenat cenut, tapi novel ini bisa mengalahkan itu semua Novel ini terlalu seru untuk ditinggal tidur, hahaha.Sebagai orang yang gak biasa make gue elo, rasanya agak gimana gitu ketika membaca novel ini Tapi ya mungkin ini juga yang membuat novel ini gak terlalu serius Bahasanya santai, mengalir, analoginya juga pas dengan kehidupan sehari hari Ceritanya pas, gak ada deskripsi yang gak jelas Singkat, padat, jelas, dan bermakna Overall, it s a bittersweet story Chemistry antara setiap tokoh dapet bangetNovel ini menggunakan dua sudut pandang untuk bercerita, Adith dan Nina Ada juga satu bab yang menggunakan sudut pandang Sinar Well, bukan cerita juga sih Cuma berupa cuplikan email email dari Sinar untuk Naren Bahasanya ringan, penuh gurauan, tapi ntah kenapa hal itu malah yang bikin terasa makin nyesek Biasanya orang tertawa paling keras ketika sedang merasa paling ingin menangis.Tagline novek ini adalah, Cinta tak selalu tepat waktu Gak setuju ah, cinta Adith untuk Nina selalu ada, begitu juga Nina mengakui cintanya untuk Adith di waktu yang tepat.Tapi cerita novel ini menggantung Trus Adith dan Nina jadi beneran nikah apa nggak ThanKyu so much untuk Oji yang udah ngirimin buku ini Makaciiihhhhh. 10.35 AM Serius, dulu itu niat kepengin bikin review nya setelah membacanya tetapi apa daya Rencana tinggal rencana.Ehm, awal baca novel ini ekspetasi gue tinggi sangat karena banyak yg bilang bagus Berhubung takut dua kali dapat ini novel maka gue menunda nunda membelinya Hingga gue membaca review entah punya siapa sumpah lupa Akhirnya gue berniat membeli ini Langsung nanya sama mas mimin ya tahulah siapa mas mimin itu gak perlu disebutinkan , Apakah novel ini bagus Dia bilang Bagus, aku baca Serius, dulu itu niat kepengin bikin review nya setelah membacanya tetapi apa daya Rencana tinggal rencana.Ehm, awal baca novel ini ekspetasi gue tinggi sangat karena banyak yg bilang bagus Berhubung takut dua kali dapat ini novel maka gue menunda nunda membelinya Hingga gue membaca review entah punya siapa sumpah lupa Akhirnya gue berniat membeli ini Langsung nanya sama mas mimin ya tahulah siapa mas mimin itu gak perlu disebutinkan , Apakah novel ini bagus Dia bilang Bagus, aku baca saat dalam kandungan Langsung deh ke gramed terus beli ini novel.Setelah baca pertama kali banyak missing dalam memori gue Bahkan gue nyangka Sinar itu cewe Entahlah karena gue kepengin tahu akhir ceritanya maka gue baca asal libas Hahahaha bahasa gue Bahkan niat bikin review pun tertunda karena selesai baca gue lempeng aja Gak ada gairah mengebu gebu buat nulis curhatan gue akan novel ini Setelah kian lama terdampar dan tak tersentuh Bahkan gue lupa janji mau bikin ini review Sampai babang minta minjem ini novel Baru gue inget Bhuahaha Maafkan saya kak nilam Akhirnya gue membaca ulang Bahkan gue melupakan alur dan ceritanya Gue mau baca seperti baru pertama kali membaca novel ini tapi ya namanya pernah baca pasti ada segelintir inget akan ceritanya Setelah membacanya diresapi Gue bisa ketawa ngakak, muram, bahagia Gue suka akan percakapan Danish dan Adit Pikiran ajaib Nina memberikan warna di dalam novel ini.Oh, sebelum curhat gue mau cerita tentang novel ini.Bercerita tentang sepasang anak manusia yang berjanji apabila sepuluh tahun kemudian diantara mereka belum menikah dan memiliki kekasih mereka akan menikah Iya cuma itu GB nya.Penyampian Kak Nilam dalam camar biru asik dan bisa membuat gue masuk kedalam karakternya yah, walaupun baca ke dua kali Hohoho, ini bukan salah kak nilam kok, cuma gue lagi Lemot kok Gue mempermasalahkan tentang Orang tua Nina Okeylah kalau ibu membenci Nina tetapi kenapa bapak nya gak mau merangkul Nina Yah, bagaimana pun juga Nina juga anaknya, Anak perempuan dan anak satu satunya saat ini Bahkan, Bapaknya gak meminta dirinya untuk membantu pernikahan Nina Gue tahu kalian pusingkan sama bahasa gue tadi, susah gue jelasin Hmmm, Kayak gini Bapak akan membantu mempersiapkan pernikahanmu Iya, kayak dialaog itu atau Kalau perlu sesuatu, katakan kepada bapak Bagi gue kalau mau keluarga gak harmonis sekalian aja bikin gak harmonis Gak usah mengantung kayak gini Sikap bapaknya yg gak terlalu tegas Yah, mungkin peran itu sudah diambil alih oleh Naren maka bapak adem ayem Pas gak ada Naren gak harus bersikap bagaimana ke anaknya tiba tiba delisa berubah ahli menjadi psikolog Yahsutralah Itu aja sih yg mau gue gerutuin Selebihnya gue suka Bahkan jarak dan tak mau tersentuh itu dengan memberikan alasan yg logika Terakhir, Banyak yg menyayangkan epilog yg gak gantung itu Bagi gue sih enjoy aja karena gue merasa bahwa setiap kisah memiliki akhir dan inilah akhirnya tidak mengantung Gue bukan orang yg optimis dalam bagian akhir, gue orang yg pesimis karena setiap hal memungkinkan untuk tidak berakhir bahagia Mungkin aja tiba tiba Adit meninggal Siapa yg tahu Yang tahu penulisnya del Okey, cukup sekian dan terima kasih.3,5 bintang dan dibulatkan menjadi 4 Karena gue ketagihan untuk membacanya kembali

Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu MOBI ↠
  • Paperback
  • 279 pages
  • Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu
  • Nilam Suri
  • Indonesian
  • 27 June 2018
  • 9797806030