Markesot Bertutur Lagi

Markesot Bertutur Lagi➳ [Read] ➮ Markesot Bertutur Lagi By Emha Ainun Nadjib ➾ – Oaklandjobs.co.uk Buku ini Markesot Bertutur Lagi mampu mengharu biru perasaan pembacanya dengan humor, keseriusan, sikap kritis, kepolosan, kesedihan, dan kekaguman Kompas, Januari Buku ini Markesot Bertutur Lagi mampu mengharu biru perasaan pembacanya dengan humor, keseriusan, sikap kritis, kepolosan, kesedihan, dan kekaguman Kompas,Januari. Dalam buku ini Emha Ainun Nadjib menceritakan tokoh yang bernama Markesot Sebagaimana diungkapkan dalam preambule nya bahwa Markesot tidak punya gagasan apapun yang disebut dengan masa depan Ia tidak membayangkan apa apa tentang perjalanan hidupnya, ia tidak mencemaskan hari tuanya, ia tidak memimpikan istri dan anak, meskipun sarjana itu mengejar ngejarnya sampai sampai surat cinta disobek sobek yang dikirimkan kepadanya dianggap absurd dan cengeng Ia tidak memperhatikan warna bajunya atau Dalam buku ini Emha Ainun Nadjib menceritakan tokoh yang bernama Markesot Sebagaimana diungkapkan dalam preambule nya bahwa Markesot tidak punya gagasan apapun yang disebut dengan masa depan Ia tidak membayangkan apa apa tentang perjalanan hidupnya, ia tidak mencemaskan hari tuanya, ia tidak memimpikan istri dan anak, meskipun sarjana itu mengejar ngejarnya sampai sampai surat cinta disobek sobek yang dikirimkan kepadanya dianggap absurd dan cengeng Ia tidak memperhatikan warna bajunya atau potongan rambutnya meskipun yang belakang ini mulai berubah semenjak sang sarjana berhasil menaklukkan hatinya Yang dipunyai markesot adalah kesetiaan menjalani hidup dalam satuan detik Kesetiaan terhadap barang barang yang diperbaikinya, barangkali benda itu melahirkan filosofi dan nilai nilai kepadanya.Tokoh Markesot bagi Emha Ainun Nadjib merupakan kenangan pribadinya atas masa kanak kanaknya bersama temannya Merekonstruksi pemikiran dan memodifikasinya menjadi tokoh imajiner yang diperlukan oleh masyarakat pembaca dalam situasi sejarah seperti sekarang Dan Emha Ainun Nadjib juga mengakui bahwa beberapa cerita dalam tokoh Markesot ini adalah dia sendiri Dan, yang harus disebut pula bahwa jasa Markesot baik yang asli maupun yang dimodifikasi dan diidealisir kepada masyarakat tidak terletak dalam representasi kemerdekaan pribadinya, sikap egaliternya, perhatiannya yang besar kepada semua persoalan masyarakat, tapi juga lebih konkret dari itu.Sesuatu yang sangat saya apresiasi dalam tokoh Markesot ini adalah bahwa dia selalu mengatakan bahwa guru adalah apa yang kita hadapi Ia punya kepekaan dan kecerdasan ekstra dalam mesin kendaraan bermotor Dari motor sampai truk dan juga kegemarannya dalam elektronika Jangan sodorkan kepadanya sampah sepeda motor maupun mobil, nanti dia renungi dan diotak atik sehingga kembali seperti semula.Buku ini terbagi menjadi sembilan bagian dan saya kira satu paragraf pada awal bagian masing masing bab merupakan representasi dari bab tersebut Bagian pertama Markesot bertutur tentang kesunyian Bagi Emha Ainun Nadjib, ada banyak hal yang amata menusuk dan menghantam akal sehat tapi hampir semua para ahli dan pemerintah menyatakan bahwa semua baik baik saja sungguh saya amat kesepian Begitulah yang tertulis di halaman awal bab pertama sebelum Anda membuka lembaran lembaran halaman berikutnya.Sementara pada awal bagian kedua Markesot bertutur tentang hakikat hidup, lagi lagi saya tertegun dengan pernyataan Emha Ainun Nadjib Apa kau pikir belajar tasawuf itu hanya dari ulama, ustad, dan kiai kiai saja Apa kalian pikir cacing yang melata dan rerumputan yang dinjak injak orang tidak bisa berfungsi sebagai sesama mursyid atau maha guru bagi proses tasawuf kita Pada bagian ketiga Markesot bertutur tentang keterbukaan Di sini kita bebas mengemukakan pendapat apa saja, asal pendapat itu tidak bertentangan dengan pemerintah Kita boleh berpidato atau menulis apa saja di koran koran, asal tidak mengandung unsur SARA, asal tidak menghambat pembangunan dan tidak merongrong wibawa pemerintah.Bagian keempat Markesot bertutur tentang harapan masyarakat Indonesia sudah semakin babak bundhas oleh berbagai ironi pembangunan Oleh makin rendahnya tingkat kemampuan ekonomi mayoritas penduduk yang tinggal di desa desa Oleh berbagai penyakit struktural, inkonsistensi moral, dan disiplin dalam jajaran birokrasi Bagian kelima Markesot bertutur tentang jabatan ia ringkaskan dengan alhasil lurah yang kita tokohkan ini bebal integritas sosialnya, tuli kemampuannya dan tidak landhep kepekaan kerakyatannya Kerjanya hanya menjadi kerbau cocokan carik lama yang dikenal sebagai dedengkot mafia penghisap rakyat.Sementara pada bagian keenam Markesot bertutur tentang janji pemilu Lho, bukannya pemilu itu bikin orang tidak tenang Cuma Markemplo kurang sir ramai ramai Bagi dia, pemilu itu rahasia bathin seperti hanya cinta pribadi dan Tuhan Apa yang dia lakukan terhadap pemilu, yang tahu ya hanya dia sendiri dan Tuhan serta serjumlah malaikat yang diizinkan untuk mengetahui rahasia itu Bagian ketujuh Markesot bertutur tentang calon petinggi Seseorang menjadi pemimpin atau tidak itu akan muncul dengan sendirinya melalui seleksi alam, bukan melalui teknokrasi seperti itu Kalau orang merasa dirinya jadi pemimpin biasanya dia bukan pemimpin yang baik, malah cenderung menjadi penguasa Pemimpin biasanya adalah orang yang merasa sebagai temannya orang banyak.Pada bagian kedelapan Markesot bertutur tentang masyarakat bawah Masyarakat tidak punya kesanggupan apapun untuk membeli nasib yang lebih baik, membeli tali koneksi, membeli perlindungan, dan membeli kemewahan Mereka bisa saja tiap hari dipukuli oleh majikannya, disirami air panas, digunduli rambutnya, diperkosa, atau diapakan pun tanpa ada kemungkinan untuk membela diri Dan yang terakhir, bagian kesembilan Markesot bertutur tentang masa depan Pernahkah kita membayangkan, kalau di tahun 1989 kita punya anak bagaimana kelak nasib anak itu kelak di tahun 2000 umpamanya apakah yang akan kita lakukan sekarang agar anak anak kita kelak memperoleh suatu dunia yang menyejahterakan hidup mereka Buku ini merupakan kelanjutan pertualangan Markesot dalam mengarungi samudera permasalahan kita Dibandingkan dengan buku pertama nya Buku keduanya ini lebih seru dan mengajak kita untuk merenungi hakikat kehidupan tanpa menghilangkan sama sekali nuansa guyonan yang telah menjadi ciri khasnya Pada hakikatnya, Markesot adalah sebuah cara untuk tetap bertahan menjadi manusia Selalu teringat karakter tokoh Ponokawan ketika membaca Markesot Bertutur Kuartet tokoh Markesot Markenyut Markembloh dan Cak Nun sendiri ini masing masing mewakili karakter tokoh Gareng Petruk Bagong Semar. Cak Nun, penulisnya begitu cerdas dan saya sangat mengaguminya.membahas masalah masalah kehidupan manusia sehari hari.agama dan politik carut marut. Markesot Bertutur Lagi merupakan kelanjutan dari buku Markesot yang pertama karya Cak Nun Di buku ini dijelaskan siapa sebenarnya Markesot itu, ialah tokoh yang dibuat berdasarkan terinspirasi dari manusia sesungguhnya teman cak Nun dan cak Nun sendiri ditambah dengan tambahan imajinatif Cak Nun yang menjadikan sosok Markesot menjadi sangat unik dan istimewa.Pada buku yang kedua ini, secara pembahasan lebih baik dan lebih terstruktur dan sistematik dalam pembagian temanya Bahasa Jawa yang di Markesot Bertutur Lagi merupakan kelanjutan dari buku Markesot yang pertama karya Cak Nun Di buku ini dijelaskan siapa sebenarnya Markesot itu, ialah tokoh yang dibuat berdasarkan terinspirasi dari manusia sesungguhnya teman cak Nun dan cak Nun sendiri ditambah dengan tambahan imajinatif Cak Nun yang menjadikan sosok Markesot menjadi sangat unik dan istimewa.Pada buku yang kedua ini, secara pembahasan lebih baik dan lebih terstruktur dan sistematik dalam pembagian temanya Bahasa Jawa yang digunakan masih tetap ada tapi lebih sedikit dibandingkan yang pertama, sehingga pembaca yang tidak paham bahasa Jawa dapat lebih mudah memahami buku ini.Sama seperti sebelumnya, Markesot Bertutur Lagi penuh dengan tuturan penuh manfaat dan kebijaksanaan Ada banyak tema yang menarik, seperti mengenai pohon sejarah, grup qasidah, anak drum kekasih Allah, bintang film liberal syur, TV seperti penjara, arti globalisasi sesungguhnya, perbudakan industrialisasi, kebun tetangga lebih indah daripada kebun sendiri, masyarakat skizofrenia, dan lain lain.Semoga saya bisa menerapkan berbagai macam hal yang sudah saya dapat dari membaca buku Markesot Bertutur Lagi, ini sungguh buku yang penuh manfaat, walau menurut saya buku Markesot yang pertama masih tetap lebih baik Aku membaca Markesot yang edisi baru, jadi covernya bukan yang tampil di sini lagi nih, meski begitu, isinya tetap sama.Mengenai buku Markesot, sebenarnya buku ini merupakan kumpulan tulisan Emha Ainun Nadjib sekitar tahun 80 90 an Tampak jelas dari nama nama pejabat yang ia sebut, yang sekarang udah lengser keprabon dari jabatannya termasuk dari dunia ini Meski begitu, secara substantif, semua tulisannya sesuai dengan zaman sekarang, dalam pengertian lain, tulisan tulisan di dalamnya tidak ke Aku membaca Markesot yang edisi baru, jadi covernya bukan yang tampil di sini lagi nih, meski begitu, isinya tetap sama.Mengenai buku Markesot, sebenarnya buku ini merupakan kumpulan tulisan Emha Ainun Nadjib sekitar tahun 80 90 an Tampak jelas dari nama nama pejabat yang ia sebut, yang sekarang udah lengser keprabon dari jabatannya termasuk dari dunia ini Meski begitu, secara substantif, semua tulisannya sesuai dengan zaman sekarang, dalam pengertian lain, tulisan tulisan di dalamnya tidak ketinggalan zaman Dan, sebenarnya kalau kuingat ingat lagi, nyaris semua tulisan Cak Nun yang kubaca sesuai dengan tiap zaman Itu karena Cak Nun menulis hal hal yang substantif yang akan selalu kita temukan sepanjang zaman.Buku Markesot Bertutur serta sekuelnya Markesot Bertutur Lagi, bisa menambah wawasan dan pencerahan bagi pembacanya Ini merupakan buku kelanjutan dari buku yang pertama Markesot bertutur melanjutkan perbincangan Markesot dan tokoh yang lainnya tentang segala hal Sosial, Budaya, kekuasaan, Politik, Agaama dan yang lainnya dengan ulasan khas ala suroboyoan yang penuh dengan humor dan kejenakaan Seperti kata penulisnya, Apa yang ditampilkan oleh Markesot, sebetulnya tak lebih dari merupakan upaya untuk tetap bertahan menjadi manusia buku ini bagus sekali untuk setiap orang dan kalangan, tua muda, kecil de Ini merupakan buku kelanjutan dari buku yang pertama Markesot bertutur melanjutkan perbincangan Markesot dan tokoh yang lainnya tentang segala hal Sosial, Budaya, kekuasaan, Politik, Agaama dan yang lainnya dengan ulasan khas ala suroboyoan yang penuh dengan humor dan kejenakaan Seperti kata penulisnya, Apa yang ditampilkan oleh Markesot, sebetulnya tak lebih dari merupakan upaya untuk tetap bertahan menjadi manusia buku ini bagus sekali untuk setiap orang dan kalangan, tua muda, kecil dewasa, mahasiswa atau bukan, kalangan berada atau tak berpunya karena yang diobrolkan disini adalah tentang kehidupan itu sendiri khas sastra indonesia sepertinya selalu ada tokoh yang tidak bisa dikategorikan protagonis atau antagonis namun selalu menentukan dalam menyelesaikan masalahseperti lambang kebijaksanaan atau mewakili pemikiran si penulisseperti itulah peran markesot yang mewakili emha sendiriatau seperti mas mantrinya ahmad tohari dan yang terakhir saya amati adalah bang jack dalam sinetron PPT nya Dedi mizwar. kelanjutan dari buku markesot bertutur, sama bagusnya membahas masalah masalah lokal hingga internasional melalui cara pandang rakyat masalah masalah yang ditulis terjadi pada tahun 90an awal namun sampai sekarang masih sangat relevan dengan peristiwa peristiwa mutakhir di Nusantara hingga timbul kesimpulan, ternyata Indonesia masih jalan ditempat.. Emha dengan tokoh markesot nya benar benar luar biasa.banyak banget saya belajar dari sini untuk memandang sebuah kehidupan dari yang sebelumnya Dya meskipun ada beberapa kejadian di masa lalu yang saya ga tahu, ya maklumlah ini buku kapan XDSaya jadi penasaran bagaimana dengan pemikiran markesot tentang kebudayaan dan dunia di zaman sekarang Apabila dibandingkan dengan buku edisi pertama, Markesott Bertutur Lagi lebih mudah dipahami karena lebih sistemik dalam pemilahan per bab nya.Namun lebih kompleksitas nya agak kurang karena lebih fokus mengkritisi permasalahan dalam negeri, tapi justru itulah yang membuat buku ini lebih emosional.